Dijaman yang makin modern (kata orang sech), orang beramai-ramai menggunakan sebutan, nama dan lainya lebih memilih untuk condong ke luar negeri. Misalnya neh nama Jhony, Ferry, Brandon, Evellyn, Martina dan banyak lagi yang lainnya yang nggak ada sangkut pautnya dengan jejak Indonesia.Rasanya keren dan gaya kalo udah pakai nama made in Bule.
Padahal di Nusantara nggak sedikit nama yang disediakan untuk Orang yang lahir di sini.Orang Dayak di Kalimantan bangga jika mereka menggunakan nama keluarganya, seperti Tulung Anye, Uyau Ibau, Irang Usat orang Sunda dengan nama Ujang, Orang Sumatera dengan marga yang banyak banget, di Seluruh Bumi Idonesia pasti ada ciri khas nama.
KATEMO, pasti pembaca tahu jenis nama dari mana ini. Di penjuru Jawa Timur dan Jawa Tengah berhamburan orang yang punya nama ini, walaupun mungkin beda penulisan ejaanya. Nggak tahu kenapa ko enak banget pakai nama ini, rasanya ayem tentram di hati. Padahal nggak ada hubungan apa-apa dengan nama seperti ini. Silsilah dari Bapak atau Ibu ke atas (maksudnya mbah-mbah dulu) nggak ada nama ini, yang ada Marto Ulomo (mbah dari Ibu) juga jelas nama Wong Jowo hehehe.
Di jagat Blogosphere ini berhamburan juga nama Katemo, salah satunya Simbah yang sudi mampir ke tempat ku ini. Terimakasih mBahatemo yang mEluangkan masanya untuk dolan kesini. Belum ada yang bisa saya sajikan kepada si Mbah. Special juga untuk om Bebex yang dengan rela hati menjengguk saya disini. beliau berdua merupakan Tamu saya yang pertama dan ke dua datang ke sini. terimakasih
Biar gak salah dengan Katemo-katemo yang lain, maka saya akan menambahkan kata Lik, dari kata Pak Cilik, biar tetep Muda hehe. Dengan ini saya menyatakan bahwa saya suka makai nama ini untuk berjalan-jalan dan berselancar di dunia nan Maya Rumantir ini.
Saya coba semampu saya ngisi Blog ini dengan apa yang ada di dalam pikiran saya, sesuatu yang bisa jadi inspirasi saya dan mungkin Anda…
Terima Kasih…Salam Kenal
Lik KATEMO

Nek aku jane ngesir nama Katemi lik,tapi malah takutnya nek dipanggil Suzana atau “Sundel Bolong”. Lha wong sing bolong wudelku…
Comment by Sastro Gabrut — February 25, 2008 @ 12:38 pm
ganti wae nggko nek manggil…”Wudel Bolong ” heheheh
Comment by katemo — February 26, 2008 @ 1:49 am